Author Archives: admin

Video Proses Pengolahan Sampah Plastik

Setelah beberapa waktu lalu kami sampaikan link download untuk proses pengolahan sampah plastik, berikut ini kami berikan video yang telah diupload dengan ukuran yang lebih kecil, tanpa harus mendownloadnya.

Berikut ini video yang kami maksud :
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=NRHrfiseXXc]
jika tidak muncul bisa dicoba link berikut : http://www.youtube.com/watch?v=NRHrfiseXXc

ini versi lain, dengan lokasi pengolahan yang sama :
[youtube=http://www.youtube.com/watch?v=NglooK-fqwA]
jika video tidak muncul bisa dicoba link berikut : http://www.youtube.com/watch?v=NglooK-fqwA

Dengan adanya video tersebut, kami berharap, usaha pengolahan sampah plastik semakin dikenal dan dapat dilakukan oleh orang-orang yang peduli terhadap lingkungan namun tetap memiliki nilai bisnis yang menguntungkan.

Ke depan, kami akan selalu berusaha untuk memberikan contoh, gambar, panduan atau pun video yang mudah-mudahan semakin baik kualitas gamabrnya serta informatif isinya.

Salam go green!!

Membuat Kompos Metode Takakura

Jika hoby merawat tanaman hias, sering kali kita harus membeli pupuk, kini harga pupuk semakin mahal saja. Harga pupuk kompos di toko pertanian berkisar Rp 5.000 s/d 15.000, per 5 kg Sedangkan sekarung harganya Rp.30.000. Padahal kita dapat membuat sendiri pupuk kompos di rumah, dengan bahan baku limbah/ sampah yg ada di rumah kita.

Bahan baku
Ada dua jenis sampah yaitu organik dan anorganik. yang termasuk sampah organik dan bisa dijadikan bahan kompos adalah sampah coklat (daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam, jerami, kulit jagung, kertas yang tidak mengkilat, tangkai sayuran) dan sampah hijau (sayuran, buah-buahan, potongan rumput segar, daun segar, sampah dapur, ampas teh/kopi, kulit telur, pupuk kandang). Sedangkan yang masuk kelompok sampah anorganik adalah plastik, stereoform, kertas (mengkilat), logam, kaca dll. dipisahkan saja itu “jatah nya pemulung”

Alat dan bahan
Alat yang dibutuhkan adalah tempat memproses sampah menjadi kompos (komposter). Macam-macam jenisnya, ada yang terbuat dari batako, gentong plastik, keranjang (keranjang takakura) ataupun karung. Bahan yang digunakan untuk mengurai sampah menjadi kompos adalah starter, yaitu mikro organisma pengurai.

Stater siap pakai seperti EM4 (effective microorganism 4) bisa dibeli di toko pertanian dengan harga sekitar Rp. 13.000 s/d Rp 15.000. per botol 1 liter. atau kita dapat membuat starter sendiri dengan cara sederhana:

  1. Nasi (baru maupun basi) dibentuk bulat sebesar bola ping-pong sebanyak 4 buah.
  2. Diamkan selama tiga hari sampai keluar jamur yang berwarna kuning, jingga, dan abu-abu.
  3. Bola nasi jamuran kemudian dimasukkan ke dalam botol/wadah plastik.
  4. Tuang air satu gayung yang sudah dicampur gula sebanyak empat sendok makan ke dalam botol/wadah yang berisi nasi jamuran.
  5. Diamkan selama satu minggu. Campuran nasi dan air gula tersebut akan berbau asem seperti tape/peuyeum. Starter sudah bisa digunakan untuk membuat kompos, dengan cara dicampur air. Perbandingan stater dengan air sebesar 1:5.

Cara membuat kompos

Metode (metoda Keranjang Takakura) :
Satu keluarga dengan jumlah anggota keluarga sebanyak 7 orang dapat menggunakan keranjang standar (lihat gambar) dengan starter 8 kg Sampah rumah tangga yang diolah di keranjang ini maksimal 1,5 kg per hari.

  1. Siapkan keranjang yg berlubang-lubang kecil dan tempatkan pada tempat yang teduh, tidak kena hujan dan sinar matahari langsung serta memiliki sirkulasi udara yang bagus. Letakkan penyangga (batu bata atau bisa yang lain) pada bagian bawah keranjang agar aliran udara bisa masuk.
  2. Masukkan sekam kedalam suatu wadah dan tempatkan pada bagian bawah keranjang, berfungsi untuk menyerap air, mengurangi bau dan mengontrol udara agar mikroba berkembang dengan baik.
  3. Cari kardus bekas masukan kedalam keranjang di atas bantalan sekam untuk menampung bahan-bahan yang akan dikomposkan.
  4. Isi wadah dengan starter atau kompos kurang lebih setebal 5 cm. Kompos berfungsi sebagai starter proses pengomposan karena di dalamnya terkandung mikroba-mikroba pengurai.
  5. Masukkan bahan yang akan dikomposkan. Bahan-bahan yang akan dikomposkan sebelum dimasukkan ke keranjang harus dipotong kecil-kecil ukuran 2 cm x 2 cm. Semakin kecil ukuran akan semakin cepat terurai. Jika terlalu basah, tambahkan sekam atau serbuk kayu gergajian. Aduk-aduklah setiap selesai memasukkan bahan-bahan yang akan dikomposkan. Bila perlu tambahkan selapis kompos yang sudah jadi. Agar kompos beraroma jeruk, anda bisa menambahkan kulit jeruk ke dalam keranjang.
  6. Untuk memastikan proses pengomposan berjalan, letakkan tangan kita 2 cm dari kompos. Bila terasa hangat, dapat dipastikan proses pengomposan bekerja dengan baik. Jika tidak, percikkan sedikit air untuk memicu mikroorganisme bekerja. Bisa jadi kompos terlalu kering sehingga memerlukan air.

Lakukan kegiatan tersebut berulang-ulang selama 40 – 60 hari. Bahan yang telah menjadi kompos akan berwarna hitam, tidak berbau dan tidak becek.

Cara Panen
Bila kompos di dalam Keranjang Takakura telah penuh, ambil 1/3-nya dan kita matangkan selama seminggu di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung. Sisanya yang 2/3 bisa kita gunakan kembali sebagai starter untuk pengolahan berikutnya.

Selain mengunakan wadah keranjang kita bisa juga membuat pupuk kompos dengan ”metode karung” yaitu menggunakan karung sebagai wadah nya.

Selamat mencoba…. kalau mau di jual .. silahkan bungkus dengan plastik atau karung ukuran 5 kg….. semoga bermanfaat.

Reparasi As Crusher PT Kopolco (Lagi)

Tanggal 26 Oktober 2010, kami mendapat kepercayaan kembali untuk memperbaiki as mesin crusher PT Kopolco Indonesia. As yang kami perbaiki waktu itu masih beroperasi, sedangkan as yang sekarang akan diperbaiki digunakan sebagai cadangan, apabila as yang sedang beroperasi mengalami gangguan.

Perbaikan terhadap as crusher membutuhkan waktu yang cukup lama, karena selain bahan dan proses pembubutan yang sulit juga desain dari crusher yang berbeda dengan yang biasa kami produksi.

Berikut ini saat as crusher akan diangkut menuju lokasi workshop kami:

sedangkan gambar di bawah ini adalah saat dimana as crusher sudah sampai di lokasi bengkel kami untuk segera melakukan perbaikan as crusher tsb.

Meskipun desain crusher berbeda dengan yang biasa kami produksi, namun kami yakin dapat memperbaiki as crusher tersebut seperti yang pernah kami lakukan sebelumnya.

Anda memerlukan perbaikan mesin crusher? silakan hubungi kami.

Cara Zhang Yin, Si “Ratu Sampah” Perkasa Jadi Miliarder China

Dalam daftar orang terkaya di China, Forbes mencatat ada enam wanita pengusaha kaya. Sementara di daftar Amerika Serikat terdapat tujuh orang. Namun, sangat berbeda dengan wanita-wanita kaya di China yang memperoleh kekayaan berkat usahanya, wanita terkaya di AS pada umumnya memperoleh kekayaan berkat warisan keluarganya.

Adalah Zhang Yin, pendiri dan Ketua Nine Dragons Paper Industries Co, Ltd yang menempati peringkat kelima dalam daftar wanita terkaya di Cina. Dia merintis usahanya dari bisnis daur ulang kertas bekas. Hebatnya lagi, Zhang cuma perlu waktu belasan tahun untuk mengalahkan kekayaan para kampiun perempuan Barat yang namanya jauh lebih mendunia, dan melalui bisnis yang tak biasa pula.

Sebagai anak keluarga militer yang menetap di Heilongjiang, provinsi di kawasan utara China yang berbatasan dengan Rusia, masa kecil sulung dari 8 bersaudara ini sangat pahit. Selama Revolusi Kebudayaan yang dimulai pada 1966, ayah Zhang Yin dipenjara bersama 2 juta lebih anggota masyarakat yang dianggap kontrarevolusioner atau antek kapitalis. Baru, ketika Revolusi Kebudayaan berakhir 10 tahun kemudian, hidupnya mulai meningkat. Pada 1976 itu, ayah Zhang dibebaskan dan namanya direhabilitasi.

Setelah Reformasi Ekonomi diluncurkan Deng Xiaoping pada 1980-an, Zhang Yin hijrah ke Shenzen, salah satu kota di pesisir selatan yang dikembangkan untuk eksperimen kapitalisme ala China. Di Shenzen dia bekerja di perusahaan patungan di bidang perdagangan kertas. Interaksi dengan orang asing ini mendorong Zhang menyeberang ke Hong Kong pada 1985, ketika perusahaan tempat bekerjanya bangkrut. Di pulau yang waktu itu masih koloni Inggris tersebut, dia lalu mendirikan bisnis perdagangan kertas bekas. Dalam tempo singkat Hong Kong jadi kelewat kecil untuk menampung seluruh ambisi bisnis Zhang Yin yang besar. Maka, pada 1990 dia lalu pindah ke Los Angeles dan menikah dengan Liu Ming Chung, dokter gigi kelahiran Taiwan yang dibesarkan di Brasil dan fasih berbahasa Inggris. Ketika itu pasangan Zhang-Liu mendirikan America Chung Nam (ACN) pada awal 1990-an.

Daur Ulang Pasangan tersebut berkeliling AS dengan minivan Dodge butut, membujuk pusat pengumpulan sampah di seluruh negeri untuk memberikan segala macam sampah kertas kepada mereka. Kegesitan Zhang ini membuat ACN jadi pengekspor besar AS dari segi volume ketika permintaan terhadap limbah kertas meroket pada 1995, bahkan pengekspor terbesar sejak 2001.

Menguasai pasok bahan baku, pada pertengahan 1990-an itu Zhang mudik ke China untuk mendirikan Nine Dragons di Dongguan. Hanya dalam tempo satu dasawarsa, pada 2006, pabrik Nine Dragons yang besar dan modern telah berkembang jadi 11 buah, mempekerjakan 5.300 karyawan dan mendatangkan laba 175 juta dolar AS. Pada 2007, satu pabrik raksasa lagi yang dibangun di pusat industri ekspor China di kawasan Delta Sungai Yangtze, dekat Shanghai. Keberanian Zhang terjun habis-habisan ke industri kertas berbahan baku limbah adalah berkat seorang kolega bisnis yang namanya tak dia sebutkan. “Aku ingat apa yang dia katakan waktu itu,’’ tuturnya. “Dia bilang, limbah kertas itu seperti hutan. (Sebab) kertas dapat didaur ulang, dari satu ke lain generasi.”

Yang dilakukan Zhang dengan Nine Dragonsnya persis seperti ini. Perusahaan Zhang mengirim limbah kertas dari Amerika dan Eropa, lalu mendaur ulang sampah tersebut jadi corrugated cardboard yang digunakan jadi kotak pengemas mainan, barang elektronik, dan furnitur “Made in China” dan sebagian diekspor ke Amerika dan Eropa. Maklum, dalam daftar pelanggan Zhang penuh dengan nama besar seperti Sony dan Nike. Setelah boks tadi dibuang, siklus daur ulang berjalan lagi dari awal.

Dengan berpindahnya pusat industri kertas dunia ke China, Zhang akan mewujudkan visinya. “Saya ingin membuat Nine Dragons, dalam 3-5 tahun, jadi pemimpin di industri containerboards,” ujarnya.

Zhang Yin sama sekali tak merasa risi dengan julukan ratu sampah, bahkan ada rasa bangga. Dia sadar betul, bisnisnya telah menginspirasi banyak entrepreneur, termasuk dari negara lain. China kini menjadi pendaur ulang segala macam limbah, termasuk rongsokan produk elektronik yang mengandung tembaga, besi, nikel dan emas. Hal lain yang membuat Zhang Yin bangga, dari sampah dia berhasil menghimpun kekayaan sampai hampir tiga kali lipat aset yang dimiliki peringkat ke-2 jajaran Perempuan Terkaya Dunia versi Hurun Report yang diduduki Zhang Xin.

“Kaum perempuan menguasai separuh langit,” ujar Mao Zedong. “Sebab itu, para perempuan Cina memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan kaum lelaki di depan hukum”. Ketika mengatakan hal ini pada 1949, Ketua Mao mungkin tak mengira bahwa para pendekar perempuan Negeri Naga Merah di bidang bisnis, dalam tempo relatif singkat, akan mampu mengibarkan diri ke jajaran pengusaha tersukses dunia.

Simak saja daftar “Richest Self-Made Women in the World” dalam Hurun Report yang diadopsi Forbes. Dalam daftar yang disusun oleh kelompok bisnis di bidang luxury publishing and event yang berbasis di Shanghai ini, pada 2007 Cina menempatkan 6 dari 10 Perempuan Terkaya Dunia yang menangguk kekayaan dengan upayanya sendiri, bukan dari warisan alias self-made. Di tempat teratas adalah Zhang Yin. Dan ini bukan kali pertama bagi Zhang sang pendiri Nine Dragons Paper Company Ltd. berada di puncak. Sebab, sebelumnyaHurun Report juga sudah mendudukannya di posisi terhormat tersebut.

“She is the wealthiest self-made woman in the world,” ujar Rupert Hoogewerf, peneliti yang menyusun daftar orang kaya itu sejak 1999, dalam peluncuran Hurun Report 2006. Kekayaan Zhang Yin pada 2006 itu tercatat US$ 3,5 miliar.

Pada 2007, dengan meroketnya nilai saham Nine Dragons yang 72%-nya dia kuasai, kekayaan Zhang Yin menembus US$ 10 miliar kian jauh meninggalkan Oprah Winfrey (US$ 1,5 miliar, peringkat ke-8), Rosalia Mera (pendiri Zara, US$ 3,4 miliar, peringkat ke-3) dan Guilliana Benetton (pendiri Benetton Group, US$ 2,9 miliar, peringkat ke-5). Hebatnya lagi, Zhang cuma perlu waktu belasan tahun buat mengalahkan kekayaan para kampiun perempuan Barat yang namanya jauh lebih mendunia, dan melalui bisnis yang tak biasa pula.

Ng Weiting, mitra Zhang Yin di Hong Kong pada 1980-an itu menceritakan kepiawaian Zhang mendapatkan kinerja terbaik dari orang-orangnya. “Kalau ada karyawan yang menuntut kenaikan gaji, dia akan meluluskannya asal masuk akal,” ujar Ng mengenang. “Tapi kalau ada karyawan bikin salah, dia akan mengkritisi keras. Dia menunjukkan jelas kepada para karyawannya kapan memberireward dan kapan menjatuhkan punishment.” Kehebatan lain Zhang adalah kemampuannya dalam menjual dan membuat deal bisnis.

Citra peduli lingkungan ini agaknya menjadi salah satu faktor yang membuat Nine Dragons berhasil meraup dana US$ 500 juta ketika, dengan dukungan Merril Lynch, mereka meluncurkan saham pada Maret 2006. Pada hari peluncuran perdana itu, nilai saham perusahaan Zhang ini langsung melejit 40%. Memasuki 2007, nilai Nine Dragons saham meroket empat kali lipat lebih sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai US$ 5 miliar dan saat ini telah menembus US$ 13,8 miliar.

Dengan berpindahnya pusat industri kertas dunia ke Cina yang lahan dan tenaga kerjanya murah – serta permintaannya teramat besar – pelan tapi pasti Zhang akan mewujudkan visinya. “Saya ingin membuat Nine Dragons, dalam 3-5 tahun, jadi pemimpin di industri containerboards,” ujarnya seperti diberitakan nytimes.com, awal 2007. “Keinginan saya adalah jadi pemimpin di sebuah industri”.

Laiknya perusahaan Cina, Nine Dragons memiliki keuntungan lain. Belum dibatasi aturan lingkungan yang begitu ketat, mereka bisa menggunakan batu bara yang murah sebagai sumber energi, bukan gas yang mahal. Keuntungan lainnya, sebagai pemain baru Zhang dapat membangun pabrik dengan teknologi terbaru yang jauh lebih efisien ketimbang para kampiun industri kertas Barat yang sebagian besar masih menggunakan mesin dengan teknologi tahun 1980-an, bahkan 1970-an.

Masih kurang? Nine Dragons menggunakan bahan baku yang supermurah pula. Terbebas dari keharusan menangani limbah yang biayanya mahal, pusat-pusat pengumpulan sampah di Amerika (dan Eropa) dengan senang hati melego limbah kertas dengan harga sangat murah, US$ 100/ton pada 1990-an. Demikian pula perusahaan pelayaran. Ketimbang kosong, armada kapal yang ingin memuat barang impor dari Cina rela mengutip fee rendah untuk limbah murah yang dikirim ke Cina.

src : suaramedia.com

Spices Rack, Rak Bumbu Khusus untuk Indofood

Dengan semakin meningkatnya kebutuhan produksi, Indofood kembali memerlukan rak khusus bumbu untuk penyiapan bumbu yang akan dimasukkan ke kemasan mie instan.

Dan kami mendapatkan kesempatan untuk membuatnya. secara keseluruhan selama tahun 2010 ini, ada sebanyak 4 buah rak yang kami produksi untuk kebutuhan Indofood tersebut.

berikut ini gambar rak yang sedang dalam proses produksi:

tahap finishing rak bumbu mie instan :

Apabila perusahaan anda membutuhkan peralatan sejenis, jangan ragu untuk melakukan order kepada kami, kami akan memberikan kualitas sesuai spesifikasi yang diinginkan.

Sampah, Terlalu Manis Untuk Dibuang

Kreasi dari limbah plastik ini, selain mengurangi tumpukan sampah juga bisa menambah penghasilan. Anda bisa menyulap sampah plastik ini menjadi tas, dompet, sandal, bahkan celemek.

Menurut buku Inspirasi dari Limbah Plastik oleh Julianti Hermono, jika ingin memanfaatkan limbah plastik di sekitar rumah, ikuti tips di bawah ini:

– Jika ingin membuka kemasan plastik (kemasan produk pelembut pakaian, sabun cuci piring, cairan pewangi ruangan, dll), usahakan untuk mengguntingnya dengan rata.

– Bila produk sudah habis, bersihkan plastik di bawah air mengalir. Jika kemasan plastik yang berasal dari produk minyak goreng, sebelumnya isi plastik dengan air yang dicampur dengan irisan jeruk nipis.

– Jika sudah dibersihkan, jemur kemasan plastik dan keringkan. Setelah itu lap kemasan hingga benar-benar kering dan bersih.

– Kemudian jahit kemasan-kemasan hingga membentuk kain besar. Lalu, Anda bisa membentuk pola sesuka hati. Untuk menjahit sebaiknya gunakan jarum yang bernomor 14, 16, dan 18. Jenis benang yang bisa digunakan adalah nilon atau katun. Setelah itu, bentuk sesuai keinginan.

Pola dan desain dapat dicontoh dari buku Inspirasi dari Limbah Plastik.

Dalam bisnis limbah biasanya terkandung tiga dimensi sekaligus yakni dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan.

Seorang pemilik rumah di sebuah perumahan kebingungan untuk membuang puing-puing bangunan rumahnya yang sedang direnovasi. Solusi instannya, ia menumpuk semua puing itu di taman depan rumahnya. Tak lama kemudian ia mendapat komplain dari para tetangganya, karena tumpukan puing tersebut “merusak mata.”

Seorang pria, sebut saja namanya Mancung, berinisiatif untuk membuang puing tersebut dengan imbalan Rp 20 ribu per tiga gerobak. Kemudian kepada warga lain yang membutuhkan tanah urugan ia menawarkan dengan harga Rp 20 per tiga gerobak. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, demikian akal jeli Mancung.

Aktivitas Mancung di sebuah perumahan tersebut menggambarkan bahwa limbah pada satu sisi membawa suatu masalah tetapi pada sisi lain juga sangat dibutuhkan. Dan fenomena dua sisi mata uang ini hampir mirip untuk semua jenis kategori limbah: limbah dibuang, limbah disayang.

Aktivitas bisnis dengan “komoditi” limbah bukan hal yang baru lagi. Namun seiring waktu, jenis kategori limbah yang bisa dibisniskan juga terus bertambah. Limbah plastik, misalnya, awalnya orang hanya tertarik menekuni bisnis limbah plastik non-film, seperti botol plastik bekas minuman dan bekas ember.

Namun belakangan limbah plastik yang semula masuk kategori sampah (seperti bekas plastik kresek dan plastik tipis lainnya) sudah mulai dimanfaatkan dan diolah untuk menjadi bahan baku pembuatan plastik. Salah satu pengusaha yang menekuni bisnis plastik sampah ini adalah Herman Sutirto.

Seperti pada umumnya bisnis limbah, pengolahan limbah sampah plastik milik Herman ini memiliki dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan. Dari sisi ekonomi bisnis ini jelas memilikiadded value tinggi. Dari sisi soial, bisnis ini bisa membuka lapangan kerja bagi para pemulung, penampung, bandar sampah plastik, maupun para pemasok yang berhubungan langsung dengan perusahaan daur ulang sampah. Dari sisi lingkungan, bisnis ini bisa mengurangi bahkan memecahkan masalah penumpukan sampah plastik. Padahal jenis sampah ini tidak bisa diuraikan sehingga akan menjadi polutan yang berbahaya bagi tanah.

Untuk menimbulkan efek multiplier yang lebih besar Herman bahkan sudah melangkah lebih jauh lagi dengan menggandeng BE BOSS untuk mewaralabakan bisnisnya. Sehingga dengan semakin banyaknya jenis bisnis ini secara otomatis akan menciptakan duplikasi yang lebih cepat dalam dimensi ekonomi, sosial dan lingkungan seperti yang telah disebutkan di atas.

Pemanfaatan limbah yang relatif baru adalah limbah alumunium foil. Di tangan Slamet Riyadi limbah alumunium foil bisa disulap menjadi barang kerajinan. Sudah pasti setelah melalui olah kreasi limbah alumunium foil yang berasal dari bekas kemasan makanan atau minuman ringan, tube pasta gigi, pestisida dan sejenisnya ini memilikiadded value yang sangat besar. Slamet secara jujur menyebutkan keuntungan menekuni bisnis ini bisa tembus 100%.

Sementara itu jika dilihat dari dimensi sosialnya, usaha yang digeluti Slamet ini bisa membuka lapangan kerja baru bagi para ibu rumah tangga, dan orang-orang lansia di lingkungan sekitar Slamet. Dari sisi lingkungan, dengan adanya bisnis ini kemasan-kemasan makanan dan minuman ringan, kemasan pasta gigi, pestisida, susu dan lain sebagainya tidak akan berserakan lagi. Itu sebabnya, usaha yang didirikan pria kelahiran Cirebon ini juga mendapat dukungan positif dari LSM Lingkungan.

Lain lagi kejelian T. Yustina, pemimpin sekaligus pengajar Lembaga Pendidikan Jaya Beauty School. Ketika ia melihat shuttlecock berserakan di lapangan bulu tangkis timbul idenya untuk mengubahnya menjadi kerajinan ondel-ondel yang eksotik. Sebelum ia mewujudkan idenya ini, hampir-hampirshuttlecock bekas ini tidak memiliki nilai ekonomis.

Karena tertarik dengan ide kreatifnya ini, sejumlah instansi ikut memberikan perhatian dan dukungan terhadap usaha Yustina, di antaranya pemberianstand gratis dari Pemda DKI ketika berlangsung suatu pameran di wilayah ini. Keterampilan mengubah shuttlecock menjadi kerajinan ini juga ia tularkan kepada anak-anak yang tidak mampu secara gratis.

Dalam soal menyulap limbah menjadi karya seni, Erwan dan Nurus tidak mau ketinggalan. Lebih unik lagi, Erwan dan Nurus memanfaatkan daun-daun yang benar-benar tidak memiliki nilai ekonomis. Daun-daun berserakan yang mengotori jalan dan pekarangan ini diubahnya menjadi berbagai kerajinan.

Namun sebagai sebuah karya seni, daun memiliki sifat rapuh sehingga harus dibarengi dengan bahan-bahan tambahan lainnya. Fungsi daun dalam seni yang diciptakan Erwan dan Nurus adalah sebagai hiasan. Kesan antik dan etnik langsung terlihat dalam karya seni Erwan dan Nurus. Lantaran kesan antik dan etnik ini keduanya berencana untuk mengekspor karyanya ke Dubai.

Yang secara ekonomi paling merasa tertolong dalam memanfaatkan barang bekas atau limbah ini adalah Joko Santosa dari Yogyakarta. Sempat bangkrut ketika menggeluti bisnis penggilingan padi, kehidupan Joko sontak berubah setelah mengubah haluan bisnisnya dengan menjadi juragan kertas bekas.

Bukan hanya tungku dapur keluarganya saja yang bisa berdiri tegak dan mengepul tiap hari, 40 tenaga kerjanya pun ikut menikmati manisnya bisnis ini. Tetapi sebelum mengecap manisnya hasil, Joko memulainya dari bawah. Mula-mula ia bergerilya mencari kertas dari pasar ke pasar. Selain masih sulit mengumpulkan kertas dalam jumlah yang besar, penjualannya pun tidak mudah. Maklum, ketika ia merintis usaha itu pada 1993, belum banyak perusahaan yang mendaur ulang kertas.

Alah bisa karena biasa, lancar kaji karena diulang. Itu juga yang dialami Joko dalam menggelindingkan bisnisnya. Dengan semakin bertambahnya waktu, membuat “penciuman” Joko tajam untuk melihat peluang-peluang bisnis kertas bekas. Joko berpikir, bahwa dirinya tidak secara terus menerus bergerilya dari pasar ke pasar jika ingin bisnis maju.

Ia mulai melirik kertas-kertas bekas di kantor-kantor pemerintah maupun swasta. Kantor jelas merupakan tempat berburu kertas bekas yang ideal. Tetapi ternyata tak mudah untuk mendapatkan kertas-kertas bekas dari kantor, lantaran banyak dokumen-dokumen penting yang tidak bisa sembarangan tersebar ke publik. Inilah tantangan Joko. Namun ia tak menyerah. Ia yakin, sekali berhasil pasti keberhasilan lainnya akan segera menyusul.

Benar saja. Ketika ia berhasil membeli kertas bekas dari kantor Bulog, kantor-kantor yang lain pun dengan mudah diyakinkan untuk menjual kertas bekas kepadanya. Sejak itu, bisnis terus berkibar. Bagaimana tidak, ia membeli dengan harga rendah tetapi menjual dengan harga tinggi sehingga keuntungan yang diperoleh bisa di atas 100%.

Ketika muncul pesaing-pesaing baru pun, bisnis Joko tak tergoyahkan. Namu ia akui, dengan semakin banyak pesaing membuat profitnya tergerus. Hukum ekonomilah yang bekerja, ketika banyak pemasok maka perusahaan daur ulang kertas bekas akan memilih pemasok yang memiliki harga terendah. Maka secara otomatis Joko akan mengurangi profitnya agar bisa tetap kompetitif.

Dari gambaran di atas kita bisa melihat bahwa berbisnis limbah dari hari ke hari akan terus berkembang. Saat ini masih banyak sampah yang kelihatannya tak bernilai, bahkan menimbulkan permasalahan. Namun sejatinya, dengan kejelian sampah-sampah tersebut bisa dimanfaatkan baik sebagai bahan baku sebuah industri maupun sebagai bahan baku barang-barang kerajinan.

Cobalah Anda lihat limbah di sekeliling lingkungan Anda. Barangkali salah satu di antaranya akan menjadi jalan untuk menghantarkan Anda menuju ke tangga kesuksesan seperti mereka-mereka yang telah menggeluti sampah sebagai pintu menggapai rejeki yang berlimpah ruah. (fn/vs/mp) www.suaramedia.com

Reparasi As Crusher Plastik PT Kopolco Indonesia

Kopolco (Korea Polymer Corp), tergolong perusahaan yang sangat memerlukan adanya mesin crusher plastik. Perusahaan yang bergerak dalam bisnis ekspor tas berbahan polymer ini, menggunakan crusher untuk mencacah produk-produk yang gagal untuk kemudian di daur ulang kembali.

berikut ini adalah contoh mesin crusher plastik yang ada di bagian produksi PT Kopolco Indonesia, Karawang:

As yang terdapat pada mesin tersebut mengalami patah, dan kami mastermesin mendapat kepercayaan untuk melakukan reparasi terhadap as crusher tersebut. Berikut ini gambar as crusher yang akan diperbaiki.

Dengan kesungguhan dan pengalaman kami, akhirnya as tersebut dapat diperbaiki dan mesin dapat berfungsi kembali. Semoga lancar dalam menjalankan produksinya…. 🙂

Jika perusahaan Anda memerlukan perbaikan crusher atau ingin memesan mesin crusher produksi kami, silakan hubungi bagian marketing.

Crusher Sampah Organik Pesanan dari Kendari

Untuk menunjang penelitian di Universitas Haluoleo – Kendari melakukan pesanan mesin crusher organik. Tanggal 10 Juni 2010 adalah saat mereka secara resmi melakukan pesanan tersebut.
Fungsi Crusher organik adalah untuk mencacah sampah organik dan diolah menjadi pupuk kompos.
Campuran / kombinasi bahan-bahan organik yang akan diolah sepertinya menjadi obyek penelitian untuk instansi pendidikan ini.

Berikut ini mesin crusher organik pesanan Universitas Haluoleo yang dalam proses pengerjaan.

Hasil akhir mesin crusher organik yang dalam proses finishing, untuk dikirim ke Kendari :

Universitas Anda akan melakukan penelitian juga? atau Anda ingin berbisnis dalam bidang pengolahan sampah untuk menghasilkan pupuk kompos??
Adalah satu hal yang sangat bernilai jika kita peduli dengan lingkungan, dan bisa mendukung petani dalam menyediakan pupuk kompos yang relatif lebih terjangkau harganya dibandingkan pupuk-pupuk kimia yang semakin mahal. Bagaimana dengan Anda??

Go Green! Hidup Hirau Hijau

Go Green! Hidup Hirau Hijau, Langkah Menuju Hidup Ramah Lingkungan

Intergovermental Panel on Climate Change (IPCC) – 2007 menyimpulkan bahwa yang menyebabkan dampak pemanasana global tidak hanya fenomena alam saja, tapi juga ulah manusia.

Berapa lama waktu penguraian sampah?

  • Kertas, 2-5 bulan
  • Kardus, karton, 5 bulan
  • Kulit buah, 6 bulan
  • Filter rokok, 10-12 tahun
  • Kantong plastik, 10-12 tahun
  • Benda-benda kulit, 25-40 tahun
  • Kain Nilon, Jaring ikan, 30-40 tahun
  • Aluminium, 80-100 tahun
  • Baterai bekas, 100 tahun
  • Plastik yang tertimbun di tanah, 200 – 1000 tahun
  • Botol kaca, 1 juta tahun
  • Styrofoam, tidak dapat hancur

Mari kita mulai dari diri kita mengulurkan tangan, peduli dan ikut bergabung untuk turut menyelamatkan bumi dengen meng-kampanye-kan Go Green.

  • Jadilah konsumen ramah lingkungan
  • tanam lebih banyak pohon
  • efisienkan penggunaan air
  • hemat listrik dan bahan bakar minyak
  • kurangi penggunaan kertas dan tissue
  • stop minta kantong plastik
  • jangan gunakan plastik (bakarlah plastik)

Tapi jika bisa mengolah plastik menjadi suatu bisnis, tentu akan berdampak ganda! Selain menjaga lingkungan juga membuka lapangan pekerjaan. Pedulikah Anda?

Salam Go Green!

Tata Letak Mesin Crusher dan Pencucian Hasilnya

Masih bingung untuk memulai bisnis pengolahan sampah plastik? Mungkin pengaturan tempat pengolahan yang menjadi sebabnya. Sebenarnya, luas pengolahan sampah plastik relatif fleksibel meskipun lebih luas lebih baik.

Saat ini kita bahas terlebih dahulu tatak letak mesin crusher dan bak pencucian sehingga lebih mudah untuk dibayangkan jika kita ingin terjun di dunia bisnis sampah ini.

Sebagai bahan untuk mengingatkan sekilas proses pengolahan sampah plastik, silakan baca tulisan kami di :
http://mastermesin.wordpress.com/2009/12/10/pengolahan-sampah-plastik-dari-sampah-sampai-menjadi-pellet/

Sebagai gambaran, berikut ini kami tampilkan salah satu contoh lokasi yang menggunakan crusher HY500 produksi kami:

Pada gambar diatas, terlihat posisi mesin lebih atas di bandingkan posisi bak penampung hasil sekaligus sebagai tempat pencucian hasil tahap berikutnya. Mudah dipahami bahwa posisi mesin lebih atas agar hasil produksi langsung masuk ke penampung /bak yang sudah disiapkan. Akan sangat tidak efisien apabila hasil yang keluar dimasukkan secara manual ke bak yang terpisah untuk tahap pencucian berikutnya.

Nah, untuk gambar di atas, terlihat posisi mesin dengan motor penggerak agak berjauhan. Secara default kami memproduksi mesin yang dudukannya menyambung antara mesin dengan motor, namun demikian, karena user menginginkan terpisah, maka kami pun memenuhinya. Secara common sense, tenaga yang dihasilkan akan lebih kuat jika mesin dan motor lebih dekat. (Rumusnya bagaimana ya…, ada yg bisa bantu?? 🙂 )

Untuk gambar bak, terlihat dibuat dua buah, bak yang dekat dengan mesin (bak 1) adalah bak yang menampung hasil dari mesin dan pencucian secara manual tahap kedua (tahap pertama pencucian adalah saat digiling di mesin).
Hasil dari bak 1 dipindah ke bak 2 untuk pencucian tahap berikutnya.
Kedua bak tersebut dilengkapi dengan pembuka dan penutup lubang untuk sirkulasi air jika bak akan dikuras / diganti airnya.