Masih bingung untuk memulai bisnis pengolahan sampah plastik? Mungkin pengaturan tempat pengolahan yang menjadi sebabnya. Sebenarnya, luas pengolahan sampah plastik relatif fleksibel meskipun lebih luas lebih baik.
Saat ini kita bahas terlebih dahulu tatak letak mesin crusher dan bak pencucian sehingga lebih mudah untuk dibayangkan jika kita ingin terjun di dunia bisnis sampah ini.
Sebagai bahan untuk mengingatkan sekilas proses pengolahan sampah plastik, silakan baca tulisan kami di :
http://mastermesin.wordpress.com/2009/12/10/pengolahan-sampah-plastik-dari-sampah-sampai-menjadi-pellet/
Sebagai gambaran, berikut ini kami tampilkan salah satu contoh lokasi yang menggunakan crusher HY500 produksi kami:

Pada gambar diatas, terlihat posisi mesin lebih atas di bandingkan posisi bak penampung hasil sekaligus sebagai tempat pencucian hasil tahap berikutnya. Mudah dipahami bahwa posisi mesin lebih atas agar hasil produksi langsung masuk ke penampung /bak yang sudah disiapkan. Akan sangat tidak efisien apabila hasil yang keluar dimasukkan secara manual ke bak yang terpisah untuk tahap pencucian berikutnya.
Nah, untuk gambar di atas, terlihat posisi mesin dengan motor penggerak agak berjauhan. Secara default kami memproduksi mesin yang dudukannya menyambung antara mesin dengan motor, namun demikian, karena user menginginkan terpisah, maka kami pun memenuhinya. Secara common sense, tenaga yang dihasilkan akan lebih kuat jika mesin dan motor lebih dekat. (Rumusnya bagaimana ya…, ada yg bisa bantu?? 🙂 )
Untuk gambar bak, terlihat dibuat dua buah, bak yang dekat dengan mesin (bak 1) adalah bak yang menampung hasil dari mesin dan pencucian secara manual tahap kedua (tahap pertama pencucian adalah saat digiling di mesin).
Hasil dari bak 1 dipindah ke bak 2 untuk pencucian tahap berikutnya.
Kedua bak tersebut dilengkapi dengan pembuka dan penutup lubang untuk sirkulasi air jika bak akan dikuras / diganti airnya.

